Kamis, 23 Januari 2014

Anak adalah Pembelajar Sejati





Anak adalah pembelajar sejati. Mereka memelajari lingkungannya dengan sangat cermat dan cepat, termasuk orangtua. Anak tahu kebiasaan, sikap, dan kencenderungan orangtua dan dengan sangat cerdas menggunakan semua informasi ini untuk mendapatkan yang ia inginkan.

Anak bahkan bisa membaca pikiran orangtuanya dengan memerhatikan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi yang digunakan orangtua saat berkomunikasi dengannya. 

Semua pengetahuan ini anak integrasikan, secara sadar atau tidak, ke dalam bentuk perilaku yang sangat spesifik demi mencapai tujuannya atau mendapatkan hal-hal yang ia inginkan dari orangtua atau lingkungan. 

Ada banyak contoh perilaku anak. Satu contoh yang paling jelas adalah saat di mall ada anak yang menangis, teriak-teriak, dan berguling-guling di lantai karena orangtuanya tidak bersedia membelikan apa yang ia minta. Anak ini tahu, cepat atau lambat, dengan menggunakan cara ini orangtuanya pasti akan mengalah, melunak, akhirnya memberikan yang ia inginkan, karena tidak mau dipermalukan si anak di depan orang banyak. 

Bila dicermati dengan cerdas dan bijak maka perilaku sebenarnya adalah strategi yang telah teruji dan terbukti sangat efektif dan efisien, dari berbagai strategi yang telah dicoba oleh seorang anak, untuk bisa mendapatkan hal-hal yang anak inginkan dengan cepat dan mudah dan dengan tingkat keberhasilan yang paling tinggi. 

Ada empat tujuan perilaku:

1. Untuk mendapatkan perhatian.
2. Untuk mendapatkan kekuasaan dan mengalahkan orangtua.
3. Untuk membalas dendam dan menghukum orang
yang menolak memberikan anak perhatian atau yang 
memaksa anak menuruti kemauan mereka.
4. Menjadi tidak produktif atau sakit dan memaksa orangtua
merasa kasihan dan melayani anak. 

Orangtua yang bijak akan mengubah pendekatannya pada anak sehingga anak akan melakukan strategi yang berbeda, yang lebih baik, lebih santun dan konstruktif untuk mendapatkan yang anak inginkan. 

Dan ingat, perilaku adalah satu kebiasaan yang tercipta akibat pembiasaan atau pembiaran. 


AdiWG

Jumat, 17 Januari 2014

Orangtua Tipe Apakah Anda?



Masalah anak sebenarnya adalah masalah yang terjadi pada sistem keluarga tempat anak tumbuh dan berkembang. Anak ibarat produk dari suatu mesin. Jika produk bermasalah atau cacat maka yang harus diperiksa sebenarnya adalah mesinnya, bukan produknya.

Biasanya dalam satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan beberapa anak, yang bermasalah tidak semua anak. Biasanya hanya satu saja. Anak yang bermasalah ini disebut dengan Identified Patient atau pasien yang teridentifikasi. Penanganan anak ini harus melibatkan orangtua. Mengapa? Karena seringkali orangtualah yang sebenarnya bermasalah dan anak terkena imbasnya.

Bila kita hanya membereskan masalah anak, tanpa adanya perubahan pada orangtua atau sistem keluarganya, cepat atau lambat anak ini akan kembali bermasalah. Bisa juga setelah anak ini sembuh, adik atau kakaknya yang tadinya baik-baik saja, kini bermasalah. Demikian seterusnya.

Cara orangtua mendidik atau memperlakukan anak mengacu pada tipe tertentu. Ada orangtua tipe Over Protective, Over Permissive, Over Demanding, Rejection, Dry Cleaning, Ideal.

Tipe orangtua yang Over Protective ini adalah tipe sangat melindungi anaknya. Di permukaan tampak bahwa mereka sangat menyayangi anak mereka. Namun yang sebenarnya terjadi adalah mereka begitu cemasnya dan mereka berusaha untuk menghilangkan kecemasannya dengan cara menjauhkan anak mereka dari hal-hal yang dipandang bisa merugikan atau berdampak negatif pada anaknya. Orangtua Over Protective cenderung berpikir negatif dalam melihat sesuatu. Kecemasan mereka akan masuk ke dalam diri anak dan anak juga menjadi pencemas.

Orangtua Over Permissive adalah mereka yang tampak sangat baik di mata anak karena selalu menuruti dan membolehkan apapun yang diminta anak mereka. Ini akan menimbulkan masalah pada hidup anak. Anak yang selalu mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah cenderung tidak menghargai upaya atau perjuangan dan juga tidak akan begitu menghargai apa yang ia dapatkan. Lha, semuanya didapatkan dengan mudah, kok.

Orangtua Over Demanding adalah orangtua yang menuntut anak untuk hidup menurut standar tinggi yang mereka tetapkan. Kalau ulangan harus dapat nilai 10. Kalau makan harus rapi dan tidak boleh berceceran. Anak harus pintar dan berprestasi tinggi.
Seringkali saat berbicara dengan orangtua tipe ini, Over Demanding, mereka mengatakan bahwa mereka melakukan semua ini untuk menyiapkan hidup anak kelak. Kalau tidak hidup dengan standar tinggi lalu mau jadi apa? Begitu umumnya pemikiran mereka.

Yang sangat disayangkan adalah orangtua tipe ini tidak mengerti psikologi perkembangan. Mereka menuntut anak berperilaku sesuai dengan standar mereka, yang seringkali tidak masuk akal kalau dibandingkan dengan usia anak. Akibatnya anak menjadi tertekan, cemas, takut, dan menjadi bermasalah.
Orangtua tipe Rejection adalah mereka yang menolak anak mereka, baik secara fisik, verbal, atau secara emosi, secara sadar maupun tidak sadar. Biasanya mereka sibuk dengan diri sendiri dan anak hanya dititipkan atau dijaga oleh baby sitter atau pembantu. Penolakan ini juga bisa dilakukan dengan memberikan apa saja yang diminta oleh si anak. Sekilas, ini tampak seperti tipe Over Permissive, namun bedanya adalah yang tipe Rejection memberikan apa yang anak minta, agar anak bisa segera “disingkirkan” dari hadapannya dan tidak mengganggu dirinya.

Tipe Dry Cleaning adalah orangtua yang tidak mau bertanggung jawab untuk pendidikan dan pertumbuhan anak. Orangtua tipe ini biasanya menyekolahkan anak di sekolah top dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada pihak sekolah atau guru les. Kalau di rumah, orangtua tipe ini akan menyerahkan segala sesuatu pada baby sitter atau pengasuh anak. Mereka hanya akan menggendong atau bermain dengan anak kalau anaknya sudah bersih dan wangi.

Mentalitas tipe Dry Cleaning, bila anak mereka bermasalah, mereka akan membawa anaknya ke konselor, psikolog, atau terapis dan meminta anaknya dibereskan. Bagi mereka anak ibarat baju. Kalau kotor dan lecek tinggal dibawa ke binatu dan dicuci, diberi pewangi, dan disetrika yang rapi, baru setelah itu dibawa pulang. Mereka lepas tanggung jawab.

Tipe orangtua Ideal adalah mereka yang tidak masuk dalam salah satu atau beberapa tipe di atas. Mereka tidak masuk ke level ekstrim. Orangtua Ideal tahu kapan bersikap hati-hati dan melindungi anak mereka, tahu kapan membolehkan anak mendapatkan yang ia minta, tahu kapan menuntut anak untuk berprestasi atau bersikap tertentu, tidak menolak, dan mengambil tanggung jawab penuh pada proses pendidikan anak di rumah.

Pertanyaan saya pada anda, “Anda masuk tipe yang mana?”
Jika anak anda bermasalah, coba lakukan analisa jujur terhadap diri sendiri.

AdiWG

Rabu, 08 Januari 2014

Lowongan Tutor


Rencana perekrutan Tutor semua mata pelajaran yang akan kami laksanakan. 
Lamaran dapat dikirim ke kantor ANSA School Purwokerto di Jalan M.Yamin No.22 Purwokerto. 
Berkas lamaran kami terima paling lambat pada  hari Rabu 15 Januari 2014
dikirim a/n. Kepala sekolah ANSA School Purwokerto. 
Adapun syarat-syarat Tutor :

Sayarat-syarat seleksi Tutor ANSA School 2014
1. Ijazah minimal S1 Sarjana Pendidikan segala jurusan
2. Lancar berbahasa Inggris
3. Mempunyai ketrampilan atau keahlian lain selain mengajar (sangat diutamakan)
4. Mempunyai loyalitas dan kreatifitas tinggi serta menyukai tantangan
5. Menyayangi dunia anak
6. Mampu bekerja secara tim dengan baik
7. IPK minimal 3,00
8. Mampu memperagakan salah satu kreatifitas lain selain mengajar (wajib)
9. Mempunyai kendaraan sendiri
10. Mempersiapkan materi mikrotheacing dengan sekreatif mungkin (wajib)