Rabu, 24 Juli 2013

Masalah pada anak-anak



Masalah anak-anak antara lain kurang motivasi, tidak disiplin, terlalu banyak main game, tidak menuruti kemauan orangtua, lemah dan tidak mandiri, tidak tegas, kurang percaya diri, masalah dalam belajar dan sekolah, dll.

Akar dari masalah anak dan kita sebagai orangtua perlu dicermati dan agar tidak melakukannya:

- orangtua sibuk sehingga tidak punya waktu untuk anak. Mereka lupa mengisi tangki cinta anak. 

- kedua orangtua tidak sepakat dan konsisten dalam menerapkan pola asuh. Masing-masing punya pandangan sendiri mengenai cara mendidik yang benar, akibatnya anak jadi bingung. 

- salah satu orangtua, bisa ayah atau ibu, menuntut anak bersikap, berperilaku, dan berpikir seperti ia dulu. Orangtua tidak melihat atau mengerti tipe kepribadian anak. Orangtua membandingkan anak dengan dirinya saat seusia anak.

- orangtua sering membandingkan anak satu dengan yang lain. 

- orangtua menggunakan kata yang salah dalam berkomunikasi dengan anak. Misal, orangtua ingin anak rajin belajar namun semantiknya "Jangan malas-malas" atau "Adek kok nggak semangat belajar", atau "Masa begini saja nggak bisa." 
Ini adalah sugesti yang langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran yang mengendalikan perilaku anak. 

- orangtua percaya bahwa cara untuk mendidik anak agar tangguh dan mandiri adalah dengan memberi beban atau tekanan, baik fisik maupun mental kepada anak dengan harapan anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat seperti yang diinginkan orangtua. 

Stres berlebih akan sangat memengaruhi kondisi mental anak dan bisa berakibat sangat negatif.
(Adi WG)

Sabtu, 20 Juli 2013

DRAGON CITY BREEDING



Earth + Fire = Flaming Rock or Volcano 
Earth + Plant = Tropical or Cactus. 
Earth + Water = Mud or Waterfall   
Earth + Electric = Star or Chameleon   
Earth + Ice = Alpine or Snowflake   
Earth + Metal = Armadillo 
Earth + Dark = Hedgehog or Venom  
Fire + Water = Cloud or Blizzard 
Fire + Plant = Firebird or Spicy 
Fire + Electric = Laser oretal 


Fire + Metal = Medieval or steampunk 
Fire + Dark = Vampire or Dark Fire
Water + Plant = Nenufar or Coral 
Water + Electric = Lantern Fish or Storm 
Water + Ice = Icecube or Ice Cream
Water + Metal = Mercury or Seashell 
Plant + Ice = Dandelion or Mojito 
Plant + Metal = Jade or Dragonfly 
Plant + Dark = Carnivore Plant or Rattle Snake 
Electric + Metal = Golden Or Battery 
Electric + Dark = Neon 
Ice + Metal = Platinum or Pearl   
Ice +Electric = Fluorescent or Moose   [You can also get it from Cool Fire + Gummy] 
Metal + Dark = Zombie 
Dark + Ice = Penguin. 
Mud (Earth + Water) + Dark = Poo 


Legendary + Petroleum or Pirate= Poo       
Mud + Petroleum or Pirate= Poo       
Mirror + Dark or Legendary= Poo       
Mirror + Armadillo or Legendary= Poo       
Hedgehog + Water or Venom= Poo       
Earth + Pure= Poo       
Medieval (Fire + Metal) + Alpine (Ice + Earth) = Cool Fire Or Soccer Or Pearl Or  
Armadillo  Or Flaming Rock  

Neon (Dark + Electric) + Nenufar (Water + Plant) = Pirate.   
Pirate can also be bred from: Rattlesnake + Lanternfish and Neon + Cloud 

Zombie + Mud (Earth + Water) = Petroleum.   
Laser (Fire + Electric) + Dandelion (Plant + Ice) = Gummy  or Fluorescent  or Laser . 
Gummy can also be obtained through: Firebird + Fluorecent, Firebird + Star, Jade + Star, and Neon + Nenufar 


 Legendary Dragon = Cool Fire Dragon + Soccer Dragon 
 Crystal Dragon = Cool Fire + Soccer 
 Mirror Dragon = Gummi Dragon + Cool Fire Dragon 
 Wind Dragon = Gummi Dragon + Cool Fire Dragon 


Legendary + Crystal = Pure 
Crystal + Mirror = Pure 
Mirror + Wind = Pure  and so on... 

Pure Dragon + Earth Dragon = Pure Earth Dragon  
Pure Dragon + Fire Dragon = Pure Fire Dragon  
Pure Dragon + Water Dragon = Pure Water Dragon  
Pure Dragon + Plant Dragon = Pure Plant Dragon  
Pure Dragon + Electric Dragon = Pure Electric Dragon  
Pure Dragon + Dark Dragon = Pure Dark Dragon  
Pure Dragon + Ice Dragon = Pure Ice Dragon  
Pure Dragon + Metal Dragon = Pure Metal Dragon  

Kisah Bijak ------- Kura Kura dan Burung Merak --------


Foto: ------- Kisah Bijak Dari Kura Kura dan Burung Merak --------

Seekor kura-kura bersahabat baik dengan merak. Kebetulan si merak tinggal di sebuah pohon yang terletak di pinggiran sungai tempat si kura-kura tinggal. Setiap hari kura-kura bertemu dengan merak yang turun untuk minum dan melenggak-lenggokkan sayap-sayapnya di pinggir sungai untuk menghibur kura-kura.

Di suatu hari yang kurang beruntung, penangkap burung liar sedang berkeliaran di sekitar tempat tinggal mereka, dan segera tertarik pada burung merak cantik itu. Burung merak tertangkap dan dibawa ke pasar untuk dijual. Dalam perjalanan menuju pasar, burung merak memohon pada penangkapnya untuk diijinkan kembali sejenak guna mengucapkan selamat tinggal pada sahabat baiknya. Oleh karena jeram kura-kura belum jauh mereka tinggalkan, maka si penangkap mengabulkan permintaan merak dengan membawanya kembali ke tempat kura-kura.

Kura-kura nampak masygul memikirkan sahabatnya yang tertangkap. Begitu melihat si penangkap burung datang lagi dengan sahabatnya, kura-kura segera berpikir cepat untuk membebaskan merak dalam waktu yang singkat itu. Kura-kura bertanya pada si penangkap burung, jika kura-kura bisa memberikan barang spesial untuknya, apakah dia akan melepaskan sahabatnya.

Tanpa pikir panjang si penangkap burung mengiyakan tawaran si kura. Maka menyelamlah kura-kura ke dasar sungai dan membawa naik mutiara yang sangat indah. Penangkap burung segera terkesima dan dengan mudah melepaskan burung merak itu. Segera si penangkap burung pergi ke kota untuk menjual mutiaranya.

Tapi tak lama kemudian penangkap burung itu kembali lagi menemui kura-kura. Dia mengancam kura-kura, memintanya menemukan mutiara lagi yang sama persis dengan mutiara pertama. Jika tidak, dia akan menangkap kembali merak, sahabat baiknya itu.

Si kura-kura yang telah meminta merak untuk pergi ke hutan guna menyelamatkan dirinya, merasa harus memberi pelajaran pada orang tamak ini. Maka kura-kura pun menyanggupi permintaan si penangkap burung dan berkata, “baiklah, berikan mutiara itu padaku sehingga aku bisa mencari yang sama persis sambil menyelam di dasar sungai”.

Terbayang keuntungan yang akan diraihnya, penangkap burung menyerahkan mutiaranya. Segera setelah memasuki sungai, kura-kura berseru padanya, “Aku tidak bodoh untuk memberimu dua mutiara dengan cuma-cuma!”. Kura-kura menyelam dan berenang menjauhi tepi sungai sementara penangkap burung itu hanya bisa bingung tidak bisa mengejar si kura-kura dan tidak pernah mendapatkan kembali baik mutiara maupun merak tangkapannya.

Ketamakan harus dibedakan dengan kepintaran dan semangat bekerja agar cepat kaya. Saat Anda merasa kurang dan menginginkan sesuatu yang lebih, yang bukan merupakan hak Anda, apalagi dengan menyengsarakan orang lain, maka Anda mulai menjadi tamak. Puas di awal, namun selalu ada balasan untuk orang tamak.


Seekor kura-kura bersahabat baik dengan merak. Kebetulan si merak tinggal di sebuah pohon yang terletak di pinggiran sungai tempat si kura-kura tinggal. Setiap hari kura-kura bertemu dengan merak yang turun untuk minum dan melenggak-lenggokkan sayap-sayapnya di pinggir sungai untuk menghibur kura-kura.

Di suatu hari yang kurang beruntung, penangkap burung liar sedang berkeliaran di sekitar tempat tinggal mereka, dan segera tertarik pada burung merak cantik itu. Burung merak tertangkap dan dibawa ke pasar untuk dijual. Dalam perjalanan menuju pasar, burung merak memohon pada penangkapnya untuk diijinkan kembali sejenak guna mengucapkan selamat tinggal pada sahabat baiknya. Oleh karena jeram kura-kura belum jauh mereka tinggalkan, maka si penangkap mengabulkan permintaan merak dengan membawanya kembali ke tempat kura-kura.

Kura-kura nampak masygul memikirkan sahabatnya yang tertangkap. Begitu melihat si penangkap burung datang lagi dengan sahabatnya, kura-kura segera berpikir cepat untuk membebaskan merak dalam waktu yang singkat itu. Kura-kura bertanya pada si penangkap burung, jika kura-kura bisa memberikan barang spesial untuknya, apakah dia akan melepaskan sahabatnya.

Tanpa pikir panjang si penangkap burung mengiyakan tawaran si kura. Maka menyelamlah kura-kura ke dasar sungai dan membawa naik mutiara yang sangat indah. Penangkap burung segera terkesima dan dengan mudah melepaskan burung merak itu. Segera si penangkap burung pergi ke kota untuk menjual mutiaranya.

Tapi tak lama kemudian penangkap burung itu kembali lagi menemui kura-kura. Dia mengancam kura-kura, memintanya menemukan mutiara lagi yang sama persis dengan mutiara pertama. Jika tidak, dia akan menangkap kembali merak, sahabat baiknya itu.

Si kura-kura yang telah meminta merak untuk pergi ke hutan guna menyelamatkan dirinya, merasa harus memberi pelajaran pada orang tamak ini. Maka kura-kura pun menyanggupi permintaan si penangkap burung dan berkata, “baiklah, berikan mutiara itu padaku sehingga aku bisa mencari yang sama persis sambil menyelam di dasar sungai”.

Terbayang keuntungan yang akan diraihnya, penangkap burung menyerahkan mutiaranya. Segera setelah memasuki sungai, kura-kura berseru padanya, “Aku tidak bodoh untuk memberimu dua mutiara dengan cuma-cuma!”. Kura-kura menyelam dan berenang menjauhi tepi sungai sementara penangkap burung itu hanya bisa bingung tidak bisa mengejar si kura-kura dan tidak pernah mendapatkan kembali baik mutiara maupun merak tangkapannya.

Ketamakan harus dibedakan dengan kepintaran dan semangat bekerja agar cepat kaya. Saat Anda merasa kurang dan menginginkan sesuatu yang lebih, yang bukan merupakan hak Anda, apalagi dengan menyengsarakan orang lain, maka Anda mulai menjadi tamak. Puas di awal, namun selalu ada balasan untuk orang tamak.

Kisah Bijak --- Dibalik Semak Belukar yang Berduri ---


Foto: ------------- Dibalik Semak Belukar yang Berduri ------------

Kisah bijak ini datang dari seorang ayah dan anak yang tengah berjalan menuju ke sebuah tempat yang belum diketahui oleh sang anak. Mereka berjalan kaki sambil mengobrol, tak lama kemudian sang anak mengeluh pada ayahnya.

“Ayah, aku lelah harus belajar setiap hari, tetapi teman-temanku yang menyontek dapat nilai yang lebih bagus. Aku lelah harus membantu ibu, padahal teman-temanku yang lain punya pembantu. Aku lelah kalau harus menabung, padahal kalau ayah mau memberi uang jajan yang banyak setiap hari..”

Anak laki-laki itu mengambil napas untuk kembali menumpahkan rasa kesalnya. Tetapi sang ayah hanya diam mendengarkan.

“Aku juga capek harus menahan diri untuk tidak menyakiti hati orang lain, tetapi teman-temanku justru sering mengejekku dan membuatku sakit hati. Kenapa aku selalu begini ayah? Aku capek…”

Akhirnya anak laki-laki itu terisak dan menangis di depan ayahnya. Sang hanya menenangkan dengan mengusap bahu. Setelah anak laki-lakinya tenang, pria itu mengajak anak laki-lakinya menuju sebuah semak belukar yang becek dan dipenuhi tanaman berduri.

“Kenapa kita harus masuk ke semak-semak ini ayah?” tanya sang anak laki-laki, “Aku tidak suka, sepatuku jadi kotor kena lumpur, celana jeansku kotor, banyak duri yang kena kulitku, sakit..”

Ayah anak laki-laki itu diam tetapi memberikan senyuman agar anak laki-lakinya tetap tenang dan mengikuti jalan tersebut. Hingga pada akhirnya, mereka tiba pada sebuah danau kecil yang pada bagian pinggirnya ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga cantik.

“Kamu suka tempat ini anakku?” tanya sang ayah.

Anak laki-laki itu mengangguk semangat dan bibirnya tak dapat menyembunyikan senyum.

“Kamu tahu mengapa tempat ini sepi padahal banyak yang tahu bahwa di balik semak belukar, ada danau yang sangat indah?”

Anak laki-laki menggeleng.

“Karena banyak orang yang tidak mau melewati semak belukar. Padahal dengan kesabaran, semua orang dapat melihat dan menikmati danau cantik ini.”

Sang ayah tersenyum lalu melanjutkan..

“Begitu juga dengan hidup, butuh kesabaran untuk mendapatkan ilmu, butuh kesabaran saat bersikap baik, butuh kesabaran saat mengendalikan amarah, butuh kesabaran dalam berbuat kebaikan dan butuh kesabaran jika kamu ingin mendapatkan hasil yang indah. Karena itu, kamu harus belajar untuk sabar, anakku! Sekalipun itu adalah hal yang sulit!”

Kisah bijak ini datang dari seorang ayah dan anak yang tengah berjalan menuju ke sebuah tempat yang belum diketahui oleh sang anak. Mereka berjalan kaki sambil mengobrol, tak lama kemudian sang anak mengeluh pada ayahnya.

“Ayah, aku lelah harus belajar setiap hari, tetapi teman-temanku yang menyontek dapat nilai yang lebih bagus. Aku lelah harus membantu ibu, padahal teman-temanku yang lain punya pembantu. Aku lelah kalau harus menabung, padahal kalau ayah mau memberi uang jajan yang banyak setiap hari..”

Anak laki-laki itu mengambil napas untuk kembali menumpahkan rasa kesalnya. Tetapi sang ayah hanya diam mendengarkan.

“Aku juga capek harus menahan diri untuk tidak menyakiti hati orang lain, tetapi teman-temanku justru sering mengejekku dan membuatku sakit hati. Kenapa aku selalu begini ayah? Aku capek…”

Akhirnya anak laki-laki itu terisak dan menangis di depan ayahnya. Sang hanya menenangkan dengan mengusap bahu. Setelah anak laki-lakinya tenang, pria itu mengajak anak laki-lakinya menuju sebuah semak belukar yang becek dan dipenuhi tanaman berduri.

“Kenapa kita harus masuk ke semak-semak ini ayah?” tanya sang anak laki-laki, “Aku tidak suka, sepatuku jadi kotor kena lumpur, celana jeansku kotor, banyak duri yang kena kulitku, sakit..”

Ayah anak laki-laki itu diam tetapi memberikan senyuman agar anak laki-lakinya tetap tenang dan mengikuti jalan tersebut. Hingga pada akhirnya, mereka tiba pada sebuah danau kecil yang pada bagian pinggirnya ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga cantik.

“Kamu suka tempat ini anakku?” tanya sang ayah.

Anak laki-laki itu mengangguk semangat dan bibirnya tak dapat menyembunyikan senyum.

“Kamu tahu mengapa tempat ini sepi padahal banyak yang tahu bahwa di balik semak belukar, ada danau yang sangat indah?”

Anak laki-laki menggeleng.

“Karena banyak orang yang tidak mau melewati semak belukar. Padahal dengan kesabaran, semua orang dapat melihat dan menikmati danau cantik ini.”

Sang ayah tersenyum lalu melanjutkan..

“Begitu juga dengan hidup, butuh kesabaran untuk mendapatkan ilmu, butuh kesabaran saat bersikap baik, butuh kesabaran saat mengendalikan amarah, butuh kesabaran dalam berbuat kebaikan dan butuh kesabaran jika kamu ingin mendapatkan hasil yang indah. Karena itu, kamu harus belajar untuk sabar, anakku! Sekalipun itu adalah hal yang sulit!”

Rabu, 17 Juli 2013

Kurikulum 2013, Buku Paket SMA Tidak Lengkap

Ilustrasi kurikulum 2013 [google]

[JAKARTA] Implementasi Kurikulum 2013 dimulai sejak Senin (15/7), namun ternyata kesiapan buku masih bermasalah. Di tingkat SMA, buku paket untuk siswa dan guru belum lengkap tapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersikukuh menetapkan peminatan sejak kelas X tahun ajaran 2013/2014. 

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas mengatakan buku paket SMA baru selesai untuk tiga mata pelajaran (mapel) yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Sejarah. Penulisan dan pencetakan buku paket lainnya menyusul pada akhir tahun 2013. 

“Buku SMA memang yang ditulis baru tiga. Yang lain ditulis semester kedua tahun ini digabung dengan penulisan buku untuk implementasi tahun depan,” ujar Ramon kepada SP di Jakarta, Senin (15/7). 

Menurut Ramon, peminatan di SMA tidak akan terganggu meskipun buku tidak lengkap. Sekolah bisa membeli buku dari penerbit swasta sesuai dengan kebutuhan kurikulum baru. “Intinya hanya permasalahan buku yang belum ada tapi dari konsep-konsep dasar, para guru SMA sudah dilatih. Sekolah tinggal pilih bahan yang cocok tersedia di lapangan,” tandasnya. 

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melaporkan sejumlah SMA kebingungan menerapkan Kurikulum 2013 karena baru tersedia tiga buku paket dari total sembilan mapel wajib dan 12 mapel pilihan (peminatan). Kurikulum SMA terbagi atas tiga kelompok yaitu mapel wajib (Kelompok A dan B) serta mapel peminatan (Kelompok C). 

Kelompok A terdiri dari Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sedangkan Kelompok B terdiri dari Seni Budaya, Prakarya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Kelompok C adalah mapel peminatan terdiri dari tiga pilihan yaitu Matematika dan Sains, Sosial, serta Bahasa. 

Terkait distribusi buku Kurikulum 2013, Ramon mengakui ada sekolah yang masih belum menerima buku. Kalau pun sudah menerima, buku yang diterima tidak lengkap. “Minggu ini lebih banyak masa orientasi siswa, jadi kalau pun telat dua tiga hari masih belum menganggu. Tapi informasi yang saya dapat, semua buku sudah jalan dari percetakan untuk dikirim,” katanya. 

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa Yogyakarta Darmaningtyas mengatakan pengiriman buku tergolong mendadak sehingga belum sampai di sekolah. Dia mengatakan tanpa buku maka sekolah akan kesulitan melaksanakan Kurikulum 2013, kecuali melakukan improvisasi. 

“Semestinya dua bulan sebelum pelaksanaan sudah dikirim,” kata Darmaningtyas yang menjadi salah satu tim penyusun Kurikulum 2013. 

Darmaningtyas juga mengkhawatirkan kesiapan guru di dalam kelas. Sebab, pelatihan dilakukan secara kilat sehingga tidak bisa mengubah paradigma (mindset) guru. [C-5]  


Eksploitasi Anak Marak di Kawasan Industri Bekasi dan Karawang

Ilustrasi [google]


[JAKARTA] Kawasan industri di daerah Bekasi, Karawang dan sekitarnya sudah semakin rawan kegiatan ekploitasi yang memperkerjakan anak di bawah umur. Ironisnya, banyak perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur tanpa bisa memberikan perlindungan dan jaminan kecelakaan kerja.

Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (LABH Grasi) Bekasi, Bintoro Ponconugroho, menjelaskan, mempekerjakan anak di bawah umur pada sebuah perusahaan, apapun alasannya merupakan tindakan yang melanggar Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun dalam kenyatannya di lapangan, perbuatan melanggar hukum ini tetap saja terjadi.

“Khususnya di sekitar kawasan industri Bekasi hingga Karawang. Saat ini banyak anak di bawah umur dieksploitasi dan dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan,” kata Bintoro Ponconugroho, Selasa (1/11).

Menurutnya, khusus di daerah kawasan industri Bekasi, anak di bawah umur biasanya dipekerjakan pada berbagai perusahaan garmen. Sementara di Karawang, anak di bawah umur biasanya dipekerjakan sebagai buruh industri olahan.

 Bintoro menambahkan, pengelola perusahaan semakin lama semakin tidak peduli dengan UU Perlindungan Anak karena tidak pernah ada pihak yang melakukan inspeksi maupun audit terhadap kondisi tersebut. Padahal, selain melanggar UU PA, kegiatan eksploitasi memperkerjakan anak di bawah umur juga melanggar UU tentang Perburuhan dan UU tentang Ketenagakerjaan.

 Kasus perusahaan yang memperkerjakan anak di bawah umur mencuat pasca adanya laporan orangtua korban ke Komisi Nasional perlindungan Anak (Komnas PA), Selasa (1/11). Dalam laporannya, Awar (32) orang tua dari Supi (16) yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja meminta pertanggung jawaban PT Royal Karawang, perusahaan minyak goreng yang memperkerjakan anaknya.

  Awar menceritakan, Supi meninggal dunia setelah tiga kali terjatuh saat bekerja menjaga mesin yang mengolah minyak goreng, Kamis (20/10) lalu. Setelah terjatuh, Supi sempat dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit Intan Barokah. Namun sayang, karena mengalami cedera berat di kepala bagian belakang, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Minggu (23/10).

“Hingga meninggal dunia, sama sekali tidak ada pertanggungjawaban dari perusahaan tempat anak saya bekerja. Bantuan hanya diberikan dari kantung pribadi perwakilan pengurus perusahaan sebesar tiga ratus ribu rupiah,” kata Awar dalam kesaksiannya.

Menurutnya, Supi merupakan anak pertama dari istrinya yang bernama Awis (30). Sudah selama delapan bulan Supi bekerja sebagai penjaga mesin di PT Royal Karawang dengan upah sebesar Rp36.000 perhari.

Ketua Komnas PA, Ariest Merdeka Sirait, menjelaskan, peristiwa yang menimpa Supi merupakan kelalaian perusahaan. Karena selain memperkerjakan anak di bawah umur,  perusahaan tersebut juga tidak memberikan jaminan perlindungan kecelakaan kerja.

“Komnas PA akan segera melakukan kontak dengan perusahaan. Dari keterangan sementara keluarga, memang ada pembiaran.  Kalau terbukti, perusahaan berarti sudah melanggar hak anak,” kata Ariest. Ariest menambahkan, perusahaan yang memperkerjakan Supi juga bisa dikenakan pasal tindak pidana karena telah mengabaikan dan memperkerjakan anak di bawah umur. [Y-7]  

Sabtu, 13 Juli 2013

Kenapa bau hujan itu enak?



Apa sebenarnya apa yang membuat bau hujan begitu enak? Ada beberapa aroma terkait hujan yang dianggap menyenangkan oleh beberapa orang. Salah satu bau itu disebut petrichor. Bau itu akan tercium di udara ketika hujan turun setelah kemarau panjang. 


Istilah petrichor diciptakan oleh dua ilmuwan Australia, yakni Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas, pada 1964 ketika mempelajari bau iklim basah. Petrichor berasal dari kata petra yang berarti 'batu' dalam bahasa Yunani dan ichor atau 'darah dewa' dalam mitos kuno Yunani. 

“Aromanya sangat menyenangkan, semacam bau kasturi,” kata ahli tanah di Bureau of Land Management di Amerika Serikat, Bill Ypsilantis, kepada NPR. “Anda juga akan mencium bau itu ketika Anda berada di taman dan tengah menggali tanah.” 

Beberapa tumbuhan mengeluarkan minyak selama periode kering. Lantas ketika hujan, minyak tersebut terlepas ke udara. Reaksi kedua, yang menciptakan petrichor, terjadi ketika zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri tanah Actinomycetes terlepas ke udara. Senyawa aromatik ini berkombinasi untuk menghasilkan aroma petrichor yang menyegarkan ketika hujan menyentuh tanah. 

Bau lain yang diasosiasikan dengan hujan adalah ozone. Selama hujan petir, kilat dapat memecah molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer yang akhirnya berekombinasi kembali menjadi nitrit oksida. Substansi ini berinteraksi dengan zat kimia lain di atmosfer untuk membentuk ozone, yang memiliki bau tajam yang mirip klorin.

Ketika seseorang mengatakan mereka dapat mencium datangnya hujan, mungkin sebenarnya mereka mencium ozone dari awan yang tertiup angin dan masuk ke hidung.

Jumat, 12 Juli 2013

Kemdikbud Keluarkan Data Terbaru Jumlah Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013

Jakarta --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menyampaikan data terbaru jumlah sekolah pelaksana kurikulum 2013, di Kantor Kemdikbud, Senin (6/05). Dari data tersebut diketahui, terdapat pengurangan baik dari jumlah sekolah, guru, maupun siswa. “Kita kurangi besar kendaraan yang akan ditumpangi, ilustrasinya seperti itu. Untuk itu, harus kita matangkan dan mantapkan betul. Jangan sampai kita tidak realistis dalam arti tidak mempertimbangkan faktor-faktor eksternal,” jelasnya pagi ini (6/05), di ruang kerjanya, usai sidak UN SD.
Menteri Nuh mengatakan, penetapan jumlah sekolah pelaksana tersebut tidak serta merta hanya pertimbangan akademik. Ada pertimbangan-pertimbangan eksternal yang diikutkan, yaitu variabel kesiapan. Salah satu kriteria sekolah yang diprioritaskan untuk menjalankan kurikulum ini adalah sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A. “Sekolah itu variabelnya lebar, dan orang ingin mendapatkan rasio keberhasilan yang tinggi. Oleh karena itu, kita rumuskan variabel kesiapan,” katanya.
Untuk sekolah dasar, kurikulum 2013 akan dijalankan di 2.598 sekolah, oleh 15.629 guru, dan 341.630 siswa. Untuk SMP, dijalankan di 1.521 sekolah, 27.403 guru, dan 342.712 siswa. Untuk SMA, dijalankan di 1.270 sekolah, 5.979 guru, dan 335.940 siswa. Dan untuk SMK, dijalankan di 1.021 sekolah, 7.102 guru, dan 514.783 siswa. Total keseluruhan pelaksana kurikulum 2013 adalah 6.410 sekolah, 56.113 guru, dan 1.535.065 siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nuh juga menyampaikan jumlah sekolah pelaksana di beberapa daerah. Daerah-daerah tersebut adalah, DI Aceh 132 sekolah, Bali 203 sekolah, Jawa Tengah 881 sekolah, Jawa Barat 887, Jawa Timur 1053, Sumatera Utara 263, Banten 225 sekolah, DIY 146 sekolah, dan Jakarta 250 sekolah.
Mendikbud menjelaskan, pengumpulan data jumlah sekolah, siswa dan guru menggunakan beberapa instrumen. Data-data siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berbasis siswa. Sedangkan guru dan sekolah dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pemilihan sekolah, kata Mendikbud, juga mempertimbangkan jarak lokasi dari bandar udara terdekat. Karena proses distribusi logistik mempunyai peran besar dalam menjamin pelaksanaan kurikulum 2013. Oleh karena itu, basis pemilihan sekolah pun tidak lagi berbasis kabupaten/kota, melainkan berbasis provinsi. Jadi dimungkinkan tidak semua kabupaten kota ada (sekolah pelaksana kurikulum 2013 – red),” tuturnya.
Kemdikbud sendiri telah memiliki sistem yang bisa melihat lokasi sekolah, yang telah diintegrasikan dengan sistem google earth. “Kita sudah punya sistem monitoring di monitoring room. Kita tau dimana lokasi sekolah, berapa jarak dari bandara, itu untuk mempertimbangkan distribusi logistik. Kita sudah sensus koordinat sekolahnya berapa,” jelasnya.

Jumat, 05 Juli 2013

HUKUM MENTAL : Hukum Abadi Yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah Formal


“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle”~Albert Einstein

Di alam semesta terdapat dua macam hukum yaitu hukum buatan manusia dan hukum alam. Hukum buatan manusia merupakan kesepakatan yang dibuat oleh manusia. Hukum ini mengikat perilaku setiap individu yang ada dalam ruang lingkup pemberlakuan hukum ini. Hukum buatan manusia penuh dengan kekurangan dan dapat dimanipulasi dengan menggunakan kekuasaan dan uang. Dengan kata lain, yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Semua bergantung pada faktor ”x” yang bermain.
Hukum alam terbagi atas dua kategori yaitu hukum fisika dan hukum mental. Hukum alam berlaku 100 % dari seluruh waktu dan berlaku terhadap semua makhluk hidup. Tidak peduli apakah mahluk itu tahu atau tidak tahu mengenai hukum tersebut. Tidak peduli apakah ia menerima atau menolak hukum itu. Suka atau tidak suka, tahu atau tidak tahu, menerima atau menolak, hukum ini berlaku secara adil dan merata pada semua mahluk.
Hukum fisika diajarkan di sekolah. Kita semua bisa mempelajari hukum ini. Operasi hukum fisika, seperti yang mengatur listrik atau mesin, bisa dibuktikan dalam percobaan yang terkontrol dan kegiatan yang praktis.
Hukum gravitasi, misalnya, bekerja di mana-mana di seluruh planet bumi selama 24 jam sehari. Kalau anda melompat dari sebuah gedung tingkat sepuluh, anda akan jatuh ke trotoar dengan kekuatan yang sama, apakah anda berada di New York ataupun di Jakarta. Saudara kita yang berada di pedalaman Kalimantan atau di Irian Jaya, walau mereka sama sekali tidak pernah mendengar tentang hukum gravitasi, yang ditemukan oleh Newton, bila mereka jatuh dari pohon yang tinggi mereka pasti akan mengalami efek yang sama.
Bila kita mengerti cara kerja hukum fisika, seperti hukum gravitasi, maka kita dapat memanfaat hukum ini untuk keuntungan kita. Misalnya dengan membuat bendungan atau waduk. Air yang ditampung dalam bendungan, karena gaya gravitasi, dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik.
Sebaliknya, hukum mental tidak pernah diajarkan di sekolah. Hukum mental hanya bisa dibuktikan dengan pengalaman dan intuisi, dengan melihatnya bekerja dalam kehidupan kita sendiri.
Hukum mental sama seperti hukum fisika. Hukum ini berlaku di mana saja terhadap siapa saja, dan kapan saja. Hukum ini netral dan bekerja bagi anda di mana saja, tanpa memperdulikan apakah anda tahu tentang hal itu, menerima atau menolaknya, suka atau tidak suka. Dan yang lebih hebat lagi, hukum ini tidak bisa dimanipulasi.
Hukum mental, walaupun pengaruh fisiknya tidak bisa dilihat cukup jelas, juga bekerja 100 % dari seluruh waktu. Kapan saja kehidupan anda berjalan baik, ini berarti bahwa pemikiran dan kegiatan anda sesuai dan serasi dengan hukum mental ini.
Kapan saja anda punya masalah dari jenis apapun, hal itu pasti disebabkan anda telah melanggar salah satu atau lebih dari hukum ini, apakah anda mengetahuinya atau tidak. Jika anda mengerti dan menerapkan hukum-hukum ini dalam hidup anda, maka anda akan berubah dengan sangat cepat.
HUKUM MENTAL #1: HUKUM SEBAB-AKIBAT
Hukum ini menjelaskan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Hukum Sebab - Akibat mengatakan bahwa ada penyebab spesifik untuk sukses dan ada penyebab spesifik untuk kegagalan. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Hukum ini sangat penting sehingga disebut "Hukum Alam Semesta Baja" yang menentukan nasib manusia. Jika anda ingin mendapatkan sesuatu, atau ingin mendapatkan sesuatu lebih banyak, maka yang perlu anda lakukan adalah anda menyediakan lebih banyak ”sebab” yang dapat menghasilkan ”akibat” yang anda inginkan.
Hukum Sebab - Akibat ini biasa disebut juga sebagai Hukum Menabur dan Menuai. Hukum ini mengatakan apa saja yang anda tabur akan anda tuai. Apa yang anda tuai hari ini adalah hasil dari apa yang anda tabur di masa lalu. Kalau anda ingin menuai hasil panen yang berbeda di bidang apa saja dalam hidup anda di masa mendatang maka anda perlu menabur benih yang berbeda hari ini, dan tentu saja , ini mengacu pada benih mental.
Keberhasilan hidup, di bidang apa saja, adalah suatu akibat, dengan suatu sebab yang spesifik. Jika anda menemukan seseorang sukses di suatu bidang dan anda ingin mendapatkan hasil seperti yang dicapai orang itu, maka yang perlu anda lakukan adalah melakukan apa yang ia lakukan. Jika anda menabur suatu sebab maka anda pasti menuai suatu akibat yang spesifik. Jika anda menabur pikiran, ucapan, perbuatan, sikap, perilaku, dan tindakan sukses maka anda pasti akan menuai sukses. Demikian sebaliknya.
Jadi, jika anda tidak puas dengan hidup anda sekarang, anda tidak bisa dan tidak boleh menyalahkan orang lain. Yang perlu anda lihat adalah benih atau sebab apa yang telah anda tabur di masa lalu ? Dengan kesadaran ini, jika anda benar-benar merasa tidak puas dan ingin segera berubah, maka anda perlu segera menabur hal yang berbeda.
Dengan dasar pemahaman ini kini anda tahu bahwa sikap mental, perasaan, kebahagiaan, dan kepuasan anda adalah hasil dari bibit mental yang anda tanam di pikiran anda. Jika anda mengisi pikiran anda dengan gambaran, pikiran, ide sukses, kebahagian, dan optimisme, maka anda akan mendapatkan pengalaman positip dalam kehidupan anda.
Saya sering merasa prihatin saat mendengar banyak orang yang berkata, ”Saya akan kerja lebih keras, kerja lebih baik, bila perusahaan saya memberikan gaji yang lebih tinggi, tunjangan dan fasilitas yang lebih baik”.
Mereka lupa atau mungkin tidak tahu mengenai hukum Sebab - Akibat atau hukum Menabur dan Menuai. Mereka tidak mau menabur. Maunya kalau bisa menuai terus tanpa perlu menabur.
Sudah tentu orang dengan mentalitas seperti ini tidak bisa sukses karena ia telah melanggar hukum Sebab-Akibat.
HUKUM MENTAL # 2: HUKUM KOMPENSASI
Hukum ini merupakan kelanjutan dari Hukum Menabur dan Menuai. Hukum Kompensasi menyatakan bahwa anda mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang anda lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah anda capai dalam hidup anda saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah anda lakukan di masa lalu. Jika anda ingin meningkatkan hasil anda maka anda harus meningkatkan nilai kontribusi yang anda lakukan.
Penekanannya ada pada ”nilai” kontribusi yang dilakukan. Bukan sekedar kontribusi atau upaya yang dilakukan.
Mengapa? Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para pemimpin mendapatkan kompensasi (baca: hasil) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang biasa. Padahal orang biasa melakukan kerja yang jauh lebih keras dari pada para pemimpin itu. Ini semua berhubungan dengan ”nilai” kontribusi atau upaya yang dilakukan. Semakin besar pengaruh positif yang timbul dari suatu tindakan maka semakin tinggi nilainya.
Ini menjelaskan mengapa seorang supervisor mendapat kompensasi lebih besar dari karyawan biasa. Demikian pula seorang manajer mendapat kompensasi jauh lebih besar daripada supervisor.
Demikian pula seorang pilot mendapat kompensasi jauh lebih besar dari pramugari atau ground staff. Padahal bila dihitung jam kerja mereka sama.
Salah cara untuk tahu apakah "nilai" kontribusi seseorang tinggi atau rendah adalah apa yang akan terjadi bila orang ini tidak lagi ada atau bekerja. Apakah dengan ia tidak lagi bekerja akan memberi pengaruh besar pada tempat kerja atau lingkungannya? Apakah ia sulit digantikan oleh orang lain?
Semakin sulit seseorang digantikan maka semakin tinggi "nilai" kontribusinya. Demikian pula sebaliknya.
Anda mungkin pernah bertemu atau bahkan merasa heran mengapa ada orang yang mendapatkan hasil yang sangat berlimpah, dan ada orang yang tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Apakah Tuhan pilih kasih ? Tidak ! Jawabannya sederhana. Orang yang mendapatkan hasil berlimpah telah melakukan jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan kata lain mereka menabur sangat banyak benih. Tidak heran jika mereka menuai lebih banyak hasil.
HUKUM MENTAL #3: HUKUM KEPERCAYAAN
Hukum Kepercayaan mengatakan bahwa apapun yang anda percayai dengan sungguh-sungguh dan melibatkan emosi akan menjadi kenyataan anda. Dalam bahasa Inggris dikatakan, “You will see it when you believe it”. Kepercayaan anda mengendalikan realita anda. Mengapa? Karena anda akan konsisten bertindak sejalan dengan kepercayaan anda. Kita dapat melihat kepercayaan seseorang hanya dengan melihat apa yang mereka lakukan. Tindakan merupakan perwujudan dari kepercayaan.
Hukum ini berlaku dua arah. Pertama, kepercayaan menentukan tindakan yang kita lakukan. Sebaliknya, dengan secara sadar mengendalikan setiap tindakan kita, maka kita dapat secara tidak langsung membentuk dan mengendalikan kepercayaan kita. Dengan selalu melakukan tindakan yang sejalan dengan kepercayaan yang ingin anda kembangkan, maka anda akhirnya pasti akan mampu membangun kepercayaan itu, sama halnya dengan anda melatih otot anda dengan mengangkat barbel.
Misalnya anda percaya bahwa anda ditakdirkan untuk menjadi seorang pembicara publik yang berhasil, dan anda berjalan, bersikap, berbicara, dan bertindak layaknya seorang pembicara publik yang sukses, setiap hari, maka cepat atau lambat anda akan mengembangkan mind-set sebagai seorang pembicara publik andal. Dan bila anda mulai mengembangkan mind-set ini, anda akan mendapatkan hasil yang konsisten dengan mind-set anda. Akhirnya, kepercayaan anda akan menjadi kenyataan.
Kepercayaan anda memberi anda suatu bentuk pandang terowongan (tunnel vision). Hal ini membuat anda mengabaikan informasi, yang masuk, yang tidak konsisten dengan apa yang anda putuskan untuk anda percayai. Anda tidak selalu mempercayai apa yang anda lihat tetapi anda melihat apa yang anda percayai.

Misalkan jika anda mutlak percaya bahwa anda pasti sukses besar dalam kehidupan, maka tidak peduli apapun yang terjadi, anda akan terus maju ke arah tujuan anda. Tidak ada apapun yang dapat menghentikan anda.
Sebaliknya jika anda percaya bahwa sukses hanyalah soal kemujuran atau kebetulan saja maka anda akan dengan mudah menjadi patah semangat dan kecewa setiap kali segala hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Jadi kepercayaan menetapkan anda untuk sukses maupun gagal.
Kepercayaan yang paling berbahaya, yang lebih berbahaya dari penyakit AIDS atau Kanker adalah self-limiting belief atau kepercayaan yang bersifat melemahkan diri kita. Kepercayaan ini sangat berbahaya dan mematikan, secara mental dan emosional. Orang yang “mengidap” penyakit self-limiting belief biasanya tidak sadar bila terkena penyakit gawat ini. Lalu apa itu self-limiting belief? Ini adalah kepercayaan yang berdasar pada keraguan dan rasa takut.
Kepercayaan ini menghalangi anda mencapai keberhasilan. Kepercayaan ini berisi pemikiran negatip mengenai diri anda yang mengatakan bahwa anda tidak cakap, tidak kreatif, penampilan anda buruk, anda tidak punya kelebihan, anda orang bodoh, dan tidak berenergi. Setiap kali anda meragukan kemampuan anda maka anda memberikan energi pada kepercayaan itu. Semakin sering anda mengulangi perilaku buruk, akibat dari kepercayaan yang salah, maka semakin kuat kepercayaan negatip itu.
Hampir semua kepercayaan yang membatasi diri kita sama sekali tidak benar. Kepercayaan ini terbentuk berdasarkan informasi negatif yang anda masukkan ke dalam hati dan anda menerima hal ini sebagai sesuatu yang benar. Begitu anda menerima kepercayaan itu sebagai sesuatu yang benar, maka kepercayaan anda akan menjadi realita anda.
Untuk mengatasi hal ini anda harus menantang dan mempertanyakan kebenaran kepercayaan anda. Anda perlu memeriksa sumber dan keabsahan kepercayaan anda.
Untuk berkembang kita perlu bersikap kritis bahkan terhadap kepercayaan kita yang paling dalam. Kita perlu berani bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana saya tahu dan yakin bila kepercayaan ini adalah benar? Bagaimana bila ternyata kepercayaan ini salah dan sangat merugikan hidup saya?"
HUKUM MENTAL #4: HUKUM KONSENTRASI
Hukum Konsentrasi menyatakan bahwa semakin anda memikirkan sesuatu maka semakin besar kapasitas dan energi mental yang anda curahkan pada hal itu yang mengakibatkan pikiran itu menjadi semakin kuat. Selanjutnya pikiran yang semakin kuat ini akan memengaruhi dan mengendalikan perilaku anda. Efeknya seperti bola salju yang semula masih kecil. Saat menggelinding dari atas bukit ke lembah maka ia membangun momentum menjadi semakin besar dan semakin kuat hingga akhirnya sangat sulit dihentikan.
Kekuatan hukum ini ibarat pedang bermata dua, bisa membantu anda dan bisa menghancurkan hidup anda. Jika anda terus berpikir mengenai goal anda, maka pikiran ini akan mendominasi semua pemikiran, ucapan, perasaan, perbuatan, dan tindakan anda. Semakin anda memikirkan tujuan anda, maka semakin kuat pikiran ini dan semakin fokus anda untuk mencapainya. Semakin sering anda memikirkannya maka semakin termotivasi anda untuk mencapainya.
Sebaliknya, bila anda, secara sadar atau tidak, selalu memikirkan hal yang tidak anda inginkan, maka pemikiran ini akan mendominasi semua pikiran,perasaan, ucapan, perbuatan, dan tindakan anda sehingga akhirnya apa yang tidak anda inginkan akan menjadi kenyataan bagi anda.
Sering kali dalam sesi diskusi atau konsultasi dengan klien atau peserta pelatihan Quantum Life Transformation (QLT), saya menanyakan pertanyaan, ”Apa yang ingin anda capai dalam hidup?”.
Jawabannya beragam. Namun ada satu hal yang konsisten. Mereka yang hidupnya biasa-biasa atau malah serba kekurangan, biasanya memberikan jawaban, ”Saya tidak mau hidup susah. Saya sudah cukup menderita. Saya tidak ingin dipandang rendah oleh orang lain. Saya sudah capek hidup miskin”. Sebaliknya, orang sukses atau yang mempunyai prestasi tinggi akan menjawab, ”Saya ingin mengembangkan usaha saya ke kota lain. Saya ingin meningkatkan penghasilan saya tiga kali lipat dalam tahun ini. Saya ingin membawa keluarga saya liburan ke luar negeri akhir tahun ini”. Anda bisa lihat bedanya?
Orang gagal adalah orang yang selalu memikirkan apa yang tidak mereka inginkan. Sesuai dengan hukum Konsentrasi, semakin mereka fokus pada hal yang tidak inginkan, justru semakin kuat pikiran mereka memikirkan hal itu. Dan akhirnya mereka mendapatkan apa yang tidak mereka inginkan.
Sebaliknya orang sukses selalu memikirkan hal yang mereka inginkan. Dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Untuk dapat menggunakan hukum Konsentrasi dengan maksimal, anda perlu menuliskan apa yang anda inginkan, kemudian secara konsisten memikirkan hal itu, membicarakannya, bertindak, dan bertumbuh dan berkembang menjadi orang yang layak untuk mendapatkan keberhasilan yang diinginkan.
Ada dua cara untuk menggunakan hukum ini. Pertama, dengan pikiran sadar Anda terus menerus mengingat goal Anda. Ini tentu akan sangat melelahkan dan efeknya biasanya kurang kuat dan membutuhkan waktu lama.
Kedua, dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Caranya adalah dengan menanamkan goal ini di pikiran bawah sadar serta diberi program untuk bisa terus mengingat dan memperkuat goal ini secara berkelanjutan. Cara kedua ini memang membutuhkan teknik namun tidak sesulit yang dibayangkan orang.
HUKUM MENTAL #5: HUKUM DAYA TARIK
Hukum Daya Tarik mengatakan bahwa anda adalah sebuah magnet hidup yang menarik ke dalam hidup anda orang-orang atau situasi yang serasi dengan pemikiran dominan anda. Semakin banyak emosi yang anda kaitkan dengan suatu pemikiran, semakin besar tingkat getaran dan daya pancarnya dan semakin cepat anda menarik, ke dalam hidup anda, orang dan situasi yang serasi dengan pemikiran tersebut.
Pikiran anda menciptakan suatu medan energi yang bergetar pada kecepatan yang ditentukan oleh tingkat intensitas emosi yang menyertai pemikiran tersebut. Semakin anda bergairah, atau merasa takut, semakin cepat pemikiran anda memancar dari diri anda dan menarik orang-orang dan situasi yang serupa kembali ke kehidupan anda.
Saat anda positif dan optimis mengenai diri anda, maka pikiran anda memancarkan gelombang yang akan menarik orang, kejadian, situasi, sumber daya, pelanggan, atau apa saja yang sejalan dengan frekuensi itu. Demikian juga sebaliknya. Bila pemikiran anda yang dominan adalah yang negatip, maka anda akan menarik semua hal yang negatip ke dalam hidup anda.
Hukum Daya Tarik ini yang ramai dibicarakan dengan sebutan The Law of Attraction (LOA).
HUKUM MENTAL #6: HUKUM KESESUAIAN
Hukum Kesesuaian mengatakan , "Dunia di luar diri anda merupakan cerminan dari dunia di dalam diri anda". Hukum ini menyatakan  bahwa anda bisa mengetahui apa yang terjadi di dalam diri anda dengan melihat kepada apa yang terjadi di sekeliling anda. Hukum ini juga sering disebut dengan “As above so below” atau “As within so without.”
Goethe berkata: "Orang harus menjadi sesuatu supaya bisa melakukan sesuatu." Maksudnya yaitu anda harus menjadi orang yang berbeda di dalam diri anda sebelum anda melihat hasil yang berbeda di luar anda.
Dunia luar anda merupakan cermin yang memantulkan kembali siapa diri anda, dalam setiap aspek kehidupan anda. Cerminan ini tidak menggambarkan siapa anda ingin menjadi, atau siapa yang anda pura-pura menjadi. Namun apa yang muncul dalam cermin diri itu adalah siapa diri anda yang sesungguhnya pada saat ini.
Lalu bagaimana cara untuk mengetahui dunia di dalam diri kita ? Mudah. Coba perhatikan sikap anda terhadap orang lain dan lingkungan anda. Sikap orang lain atau lingkungan terhadap diri anda adalah cerminan dari sikap anda terhadap mereka. Jika anda bersikap baik dan menghargai diri anda, maka anda akan melakukan yang sama terhadap orang lain.
Jadi, cara orang lain memperlakukan diri anda sebenarnya merupakan cerminan dari apa yang anda pikirkan mengenai diri anda dan apa yang anda pikirkan mengenai lingkungan anda. Siapa kawan atau teman bergaul anda menggambarkan siapa diri anda sebenarnya. Jika anda bergaul dengan orang yang mempunyai nilai dan prinsip hidup yang baik maka hal ini berarti anda juga orang baik. Jika anda bergaul dengan orang yang tidak baik maka diri anda juga tidak baik. Ada satu pepatah yang sangat bagus yang berbunyi, “Birds of the same feather flock together” atau “Burung yang warna bulunya sama akan berkumpul bersama-sama”. 
HUKUM MENTAL #7: HUKUM PENGENDALIAN 
Hukum Pengendalian mengatakan bahwa anda merasa positip tentang diri anda sebatas anda merasa memegang pengendalian atas kehidupan anda. Demikian juga anda merasa negatif tentang diri anda sebatas anda merasa tidak memegang pengendalian, atau anda dikendalikan oleh suatu daya, orang atau pengaruh luar.
Dalam psikologi, hukum ini disebut sebagai teori "fokus pengendalian". Pada umumnya sebagian besar stress, kegelisahan, ketegangan dan penyakit psikosomatis datang sebagai akibat perasaan bahwa orang itu berada di luar kendali, atau tidak bisa mengendalikan suatu bagian penting dari kehidupannya.
Sebagai contoh, kalau anda merasa bahwa hidup anda dikendalikan oleh utang anda, bos anda, atau gangguan kesehatan anda, atau hubungan yang buruk , atau perilaku orang lain, maka anda akan menderita stress. Stress ini akan muncul dalam bentuk kekesalan, kemarahan, dan rasa tidak senang. Kalau tidak diatasi, ini bisa meningkat menjadi insomnia, tekanan jiwa atau berbagai penyakit. Bahkan bisa kena 3S, yaitu Stress, Stroke, dan Stop alias meninggal.
Dalam setiap kasus, pengendalian atas kehidupan anda dimulai dengan pemikiran anda, satu-satunya hal yang bisa anda kendalikan sepenuhnya.
Disiplin pribadi, penguasaan diri, pengendalian diri semuanya dimulai dengan pengambilan kendali anda atas pemikiran anda. Pikiran andalah yang menentukan apa arti suatu kejadian itu terhadap diri anda. Sebagaimana Eleanor Roosevelt berkata," Tidak ada seorang pun yang bisa membuat diri anda rendah tanpa persetujuan anda."
Pada dasarnya ada dua cara yang memungkinkan anda bisa mendapatkan pengendalian atas situasi apa saja yang menyebabkan anda menderita. Pertama, anda bisa mengambil tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Yang kedua, anda meninggalkan situasi tersebut.

Salah satu tanggung jawab utama anda adalah menjaga agar kehidupan anda selalu berada di bawah pengendalian anda. Rasa pengendalian ini menjadi landasan anda untuk membangun kebahagian dan sukses anda yang lebih besar di masa mendatang. Pastikan bahwa landasan rasa pengendalian ini kuat seperti batu karang.

Adi W G

Kamis, 04 Juli 2013

Sebuah Pidato Yang Menampar Dunia Pendidikan

Sebuah Pidato Yang Menampar Dunia Pendidikan
Kita tentu sudah terbiasa melihat seorang lulusan terbaik dari sebuah sekolah atau kampus diundang untuk maju kedepan mimbar dan memberikan pidatonya mengenai predikat lulusan terbaik yang telah diterimanya. Umumnya para lulusan terbaik ini akan mengungkapkan betapa bersyukurnya mereka atas prestasi yang telah dicapainya tersebut dan mengucapkan banyak sekali untaian ucapan terimakasih pada orang-orang yang menurut mereka telah berjasa membantu mereka meraih predikat tersebut.

Namun bagaimana jika pidato yang disampaikan tersebut bukannya menunjukan betapa bangganya sang lulusan akan predikat tersebut namun justru sebuah pidato yang sangat brilian dan mecengangkan yang justru menampar secara keras wajah dunia pendidikan. Pidato ini disampaikan oleh seorang lulusan dari sebuah Universitas (pada beberapa sumber dikatakan bahwa ini pada jenjang pendidikan setingkat SMA) terkemuka diluar negeri. Berikut ini isi pidato tersebut yang Saya sadur dari sebuah sumber. Sedangkan untuk videonya bisa Anda lihat disini.

Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang diharapkan kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.


Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.


Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?


Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….


Yah inilah wajah pendidikan di dunia saat ini. Tak perlu jauh-jauh melihat keluar negeri, mari kita tengok saja di negara kita sendiri. Pendidikan yang kita jalankan lebih banyak menitik beratkan pada nilai (nilai UN atau IPK). Pendidikan yang seharusnya lebih menekankan pada proses dan pengembangan potensi peserta didik justru terkadang mematikan potensi itu. Siswa, serta juga mahasiswa, didoktrin untuk terus menghapalkan dan mempelajari berbagai materi yang lucunya sebagian besar justru tidak akan berguna saat mereka bekerja ataupun hidup bermasyarakat.

Berbagai kegiatan positif yang membantu pengembangan potensi peserta didik dilingkungan pendidikan, seperti ekstrakulikuler di sekolah atau berbagai jenis himpunan dan UKM di Perguruan Tinggi, justru dibelenggu dengan pembatasan anggaran dan pemberlakuan jam kegiatan. Lembaga pendidikan seakan hanya ingin mengembangkan potensi akademis peserta didik dan melupakan berbagai potensi lain yang mungkin dimiliki peserta didik tersebut.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa sekolah dan kuliah itu tidaklah penting karena pendidikan membuat kita memiliki pengetahuan. Tapi alangkah lebih baik jika pengetahuan itu juga ditunjang dengan pengembangan pola pikir peserta didik sehingga kita mampu menggunakan pengetahuan itu dengan cara yang paling bijaksana dan tepat. Bukankah pendidikan seharusnya membantu peserta didik untuk mengetahui siapa dirinya serta apa potensinya dan menyediakan segala sarana dan prasarana sehingga potensi itu bisa berkembang dengan sebaik-baiknya sehingga mereka mampu sukses dalam hidupnya.

Saya jadi teringat sebuah kalimat yang menurut Saya sangat mengena, tapi Saya lupa pernah membaca atau melihatnya dimana. "Orang-orang yang dulunya adalah siswa berprestasi di kelasnya umumnya akan berakhir sebagai seorang pegawai dari sebuah perusahaan, sementara teman-teman mereka yang dulunya biasa-biasa saja atau bahkan mungkin bodoh akan menjadi orang-orang yang menjadi pemilik perusahaan yang menggaji mereka". Sebuah kalimat yang lebih menohok pernah diutarakan oleh Paulo Freire, jika Saya tidak salah ingat, "Nenekku menginginkanku menjadi orang pintar, maka Ia melarangku ke sekolah".

Written By Bibit Suhardi on Rabu, 03 Juli 2013 | 19:02