Masalah anak-anak antara lain kurang motivasi, tidak disiplin, terlalu banyak main game, tidak menuruti kemauan orangtua, lemah dan tidak mandiri, tidak tegas, kurang percaya diri, masalah dalam belajar dan sekolah, dll.
Akar dari masalah anak dan kita sebagai orangtua perlu dicermati dan agar tidak melakukannya:
- orangtua sibuk sehingga tidak punya waktu untuk anak. Mereka lupa mengisi tangki cinta anak.
- kedua orangtua tidak sepakat dan konsisten dalam menerapkan pola asuh. Masing-masing punya pandangan sendiri mengenai cara mendidik yang benar, akibatnya anak jadi bingung.
- salah satu orangtua, bisa ayah atau ibu, menuntut anak bersikap, berperilaku, dan berpikir seperti ia dulu. Orangtua tidak melihat atau mengerti tipe kepribadian anak. Orangtua membandingkan anak dengan dirinya saat seusia anak.
- orangtua sering membandingkan anak satu dengan yang lain.
- orangtua menggunakan kata yang salah dalam berkomunikasi dengan anak. Misal, orangtua ingin anak rajin belajar namun semantiknya "Jangan malas-malas" atau "Adek kok nggak semangat belajar", atau "Masa begini saja nggak bisa."
Ini adalah sugesti yang langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program pikiran yang mengendalikan perilaku anak.
- orangtua percaya bahwa cara untuk mendidik anak agar tangguh dan mandiri adalah dengan memberi beban atau tekanan, baik fisik maupun mental kepada anak dengan harapan anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat seperti yang diinginkan orangtua.
Stres berlebih akan sangat memengaruhi kondisi mental anak dan bisa berakibat sangat negatif.
(Adi WG)
(Adi WG)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar